Okt 05
adminagenda mapalsa
Pendidikan dan Latihan DAsar yang ke XX Mapalsa akan terlaksana kembali pada tanggal 13-14 November 2011 untuk materi Ruang dan tanggal 15-21 November 2011 untuk materi lapangnya. sebelum DIKLATSAR tersebut dilaksanakan tentunya ada berbagai macam kegiatan yang akan kami lakukan terlebih dahulu seperti membuka stand pendaftaran yang telah dibuka pada tanggal 26 September kemarin sampai dengan tanggal 10 November 2011 sebelum DIKLATSAR dilaksanakan. Selain membuka stand pendaftaran, kami juga mengadakan sebuah pameran dan Fun Game pada tanggal 10-11 Oktober 2011 serta Nobar dan Music party tanggal 12 Oktober 2011. Acara tersebut akan dilaksanakan di Blok M IAIN Sunan Ampel Surabaya. Selain itu, sebelum pelaksanaan DIKLATSAR XX MAPALSA dilaksanakan, ada tes-tes yang perlu dilakukan oleh peserta Diklat yakni pada tanggal 11 November 2011 adalah tes Kesehatan sekaligus Technical Meeting,dimana dalam tes kesehatan peserta akan dites kesehatannya untuk diketahui penyakit apa saja yang diderita dan sangat diharapkan peserta tidak memiliki penyakit apapun hingga mendapatkan surat keterangan sehat dari dokter dan diperbolehkan mengikuti Diklatsar Mapalsa karena kami tidak mengharapakan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya saat pelaksanaan kegiatan Diklatsar berlangsung, pada tanggal 12 Novembernya adalah tes Psikology. Dalam tes Psikology ini, peserta akan di tes masalah kejiwaannya dan untuk mengetahui seberapa niat peserta ingin masuk MAPALSA dan tujuan mereka masuk Mapalsa dan masih banyak lagi yang lainnya. Akan banyak ilmu yang didapat disini dari mulai Jurnalistic, Fotografi, management logistic, management rope, survival, Rock Climbing (panjat Tebing), Mountaineering (Pendakian), Caving (susur gua), Rafting (arung jeram), serta KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam). Selamat Bergabung…..!!!
Agu 27
adminagenda mapalsa
Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kita diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan-bulan ini napas-napas kita menjadi tasbih, tidur kita ibadah, amal-amal kita diterima, dan doa-doa kita diijabah (dikabulkan).
Rasulallah SAW bersabda “Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu sholatmu, karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza Wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Barangsiapa memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya”.
Maka di bulan suci ramadhan ini, perlu kiranya kita semua berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT dengan salah satunya yakni menyantuni anak yatim seperti yang dilaksanakan oleh MAPALSA IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tanggal 25 Agustus 2011. Buka bersama dan santunan anak yatim tersebut dilaksanakan di yayasan Panti Asuhan BABUSSALAM yang berada daerah Jemur Wonosari. Sekitar 45 anak yatim yang diasuh didalamnya menyambut kami dengan gembira, acara dilaksanakan dengan lancar dan hidmat oleh anak yatim dan panitia khususnya. setidaknya MAPALSA sudah mempunyai tabungan akhirat nantinya dengan dilakukannya santunan anak yatim ini, semoga pula amal dan ibadah mereka mendapat kemuliaan dari Allah SWT. walaupun apa yang kami berikan tidak seberapa berarti, semoga dapat dijadikan manfaat bagi mereka. Amin
Agu 21
adminagenda mapalsa
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66 yang berada di bulan Ramadhan ini tak mematahkan semangat niat para revolusioner2 muda masa kini yang dengan semangat juangnya ingin mengibarkan bendera merah putih dimanapun berada. walaupun berbeda tempat namun hati mereka tetap satu. satu hati dan satu jiwa membangun semangat juang untuk indonesia masa depan. saudara2 pecinta alam di seluruh indonesia pastinya melakukan hal sama seperti yang kita lakukan dsini. pada tanggal 17 Agustus 2011 kemarin MAPALSA IAIN Sunan Ampel Surabaya bersama rombongan dari surabaya dan sekitarnya yang tergabung dalam sebuah kelompok yang dinamai PAVING mengadakan pengibaran Bendera merah putih memperingati hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-66 di perut Bumi di daerah Malang selatan. Pengibaran bendera yang dilakukan di Gua Low-Bangi dilaksanakan dengan cukup hikmat meskipun yang hadir dalam upacara ini hanya sebagian dari para pecinta alam yang tergabung dalam kelompok PAVING namun bagaimanapun keadaan dan kondisinya, bendera merah putih harus tetap berkibar. kami merasa bangga masih dapat mengibarkan bendera merah putih meskipun di dalam gua, teringat masa-masa perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa indonesia sehingga akhirnya kita juga yang menikmatinya saat ini.tentunya hal yang tidak boleh dilupakan adalah pengorbanan mereka yang gigih. semangatnya merebut kemerdekaan indonesia dari para penjajah harus selalu dikenang dan ditiru. Meskipun bulan Ramadhan, kita sebagai pejuang bangsa masa depan harus tetap semangat, jangan hanya menyatakan merdeka kalau memang tidak ada perjuangan tuk menjadi lebih maju.
Banyak yang melakukan upacara pengibaran bendera di atas puncak gunung, namun kami ingin melakukan hal lain yang sedikit berbeda dari yang sebelum-sebelumnya yakni pengibaran bendera di perut bumi, walau bagaimanapun perut bumi juga milik alam yang perlu dilindungi dan dilestarikan juga dimanfaatkan. Bersyukur telah diciptakan untuk dapat menikmati alam tidak hanya di atas bumi namun di perut bumipun kami bersyukur dapat menikmatinya. semngat MAPALSA melakukan pengibaran bendera merah putih ini tentunya tidak lepas dari rasa cinta tanah air kita terhadap bangsa Indonesia. Perjuangan MAPALSA untuk dapat mengibarkan bendera dalam perut bumi ini semoga menjadi semangat baru bagi kita semua untuk melaksanakan hal2 positif di semua bidang.
Setelah melakukan upacara pengibaran bendera, kami tidak langsung begitu saja meninggalkan perut bumi, namun setelah upacara berakhir kami tetap melakukan explorasi gua Low-bangi. Explore dimulai dari Gua bangi hingga Gua Low menimbulkan kesan2 tersendiri bagi para peserta upacara. Kami lakukan explore gua juga sadar akan kode etik penelusuran gua dimana dilarang mengambil sesuatu kecuali gambar, dilarang membunuh sesuatu kecuali waktu dan dilarang meninggalkan sesuatu kecuali jejak. Hal yang kami lakukan hari itu semoga menjadi semangat baru bagi kita semua untuk menjalani aktifitas tanpa memandang pada bulan apa dan pada keadaan apa klita melakukan kegiatan. viva MAPALSA…..
Jul 21
adminagenda mapalsa
Untuk yang kesekian kalinya pendidikan lanjutan MAPALSA telah terlaksana kembali. Pendidikan lanjutan (DIKJUT) angkatan XVIII MAPALSA untuk materi mountaineering dan navigasi darat dilaksanakan pada tanggal 2-10 Juli 2011 di gunung Ciremai, gunung yang berdiri menjulang di tengah-tengah dataran rendah kawasan pantai utara Jawa Barat bagian timur. Tingginya yang mencapai 3.078 meter di atas permukaan laut (m dpl) atau 2.578 meter di atas Kota Kuningan membuatnya menjadi gunung tertinggi di seantero Jawa Barat dan Banten. Gunung Ciremai dikategorikan sebagai gunung api kuarter Tipe A berbentuk strato yang masih berstatus aktif. Status aktif Tipe A yang dimilikinya, membuat Ciremai adalah satu dari 80 gunung api sejenis yang tersebar di seluruh Indonesia dan satu di antara gunung api teraktif di Pulau Jawa. Ciremai juga termasuk dalam ratusan gunung api yang membentuk cincin api (ring of fire), yaitu rangkaian gunung api aktif yang berbentuk seperti rantai cincin mengelilingi Samudra Pasifik.
Gunung Ciremai ini memiliki 3 jalur pendakian yang biasa dipakai oleh para pendaki diantaranya adalah jalur Apuy (Majalengka), jalur Palutungan (Kuningan) dan jalur Linggarjati dimana setiap jalur memiliki grade yang berbeda-beda. Kami peserta dikjut memilih mendaki melalui jalur Palutungan dan turun melalui jalur linggarjati. Kami peserta Dikjut yang berjumlah 4 orang dengan ditemani oleh 2 pendamping berangkat mulai tanggal 2 Juli 2011 dengan mengendarai kereta api yang akan menurunkan kami di stasiun Cirebon. Sesampainya di stasiun Cirebon, kita menuju ke tempat saudara kami yang ada di MAHAPEKA IAIN Syeh Nur Jati Cirebon yang akan mengantarkan dimana tujuan kami sebenarnya yakni gunung Ciremai.
Senin, (4/7/11) kami berangkat menuju tujuan kami dan memulai pendakian. Sesosok benda besar berbentuk kerucut yang memiliki banyak vegetasi didepan kami telah menanti untuk kami daki. Gunung ini bersahabat dengan kami, kami start mendaki dari jalur Palutungan pos perizinan sekitar pukul 16.30 WIB dan sampai ke pos Cigowong sekitar pukul 19.00 WIB tanpa ada halangan. Mendaki gunung malam hari memang sangat beresiko, untuk itu kami memutuskan untuk camp terlebih dahulu di pos Cigowong hingga pagi menjelang.
Keesokan harinya kami baru menyadari bahwa bukan hanya kami yang mendaki gunung ini, namun banyak pula para pendaki-pendaki lain yang juga bertujuan sama dengan kami. Setelah kegiatan pagi dilakukan dan semua barang-barang telah di packing, kami melanjutkan pendakian ke pos-pos berikutnya yang merupakan tempat peristirahatan sementara kami jikalau kami lelah dan menunjukkan jalur kami menuju puncak Gunung Ciremai yang sebenarnya. Persediaan air yang kami bawa dari pos Cigowong harus cukup hingga puncak dan turun kembali karena pada pos-pos selanjutnya akan sulit ditemukan air.
Peserta dikjut yang berjumlah 4 orang itu melaksanakan materi-materi navigasi di gunung tersebut dan terus mengikuti jalur konvensional yang telah tersedia. Ketika hari sudah mulai petang, kami memutuskan untuk camp lagi di pos yang bernama Goa Walet, dimana pada pos itu terdapat Goa yang dihuni oleh burung wallet. Dari pos ini, jarak menuju puncak Gunung Ciremai tinggal 0,3 km lagi, semakin dekat menuju tujuan kami. dan paginya setelah barang telah terPacking, kami melanjutkan perjalanan. Tidak begitu lama dari pos Goa Walet, kami tiba di puncak sesungguhnya Gunung Ciremai, gunung yang pada puncaknya membentuk cicin api yang mengelilingi kawah gunung tersebut. Terlihat jelas di atas puncak pemandangan kota-kota kecil, danau, lautan dan gunung-gunung lain yang dapat dinikmati keindahannya di puncak gunung. Gunung yang terlihat jelas diatas puncak adalah Gunung Slamet, Sindoro dan Sumbing yang terkenal dengan sebutan 3S (Triple S), gunung yang berada di Jawa Tengah itu tampak indah dilihat dari puncak Gunung Ciremai. Agar tidak terlalu lama terlena dengan indahnya pemandangan di Puncak Gunung, kami melaksanakan upacara dan sujud syukur karena telah diberi keselamatan hingga saat itu. sudah puas menikmati puncak Ciremai kami turun melalui jalur yang berbeda yakni jalur Linggarjati, dimana jalur tersebut memiliki kemiringan sekitar 30 derajat. Pos demi pos kami lalui dan rasa lelah yang begitu sangat mendera kami, namun kami tetap berjalan untuk menuruni jalur tersebut. Perjalanan malam kami lakukan kembali untuk sampai di pos Linggarjati. Sekitar pukul 21.00 WIB, dengan susah payah akhirnya kami tiba di pos Cibunar dan memutuskan camp kembali karena kondisi kami yang sudah terlalu payah untuk dilakukan perjalanan lagi.
Esok paginya, kami baru melanjutkan perjalanan turun hingga sampai kembali di MAHAPEKA IAIN Cirebon. Rasa lelah tak kami hiraukan karena rasa itu terbayarkan dengan keindahan gunung Ciremai. Terlihat dari pos Linggarjati gunung itu berdiri kokoh menjulang tinggi dan serasa menyimpan berbagai kejutan.
Berakhirlah dikjut mountaineering dan navigasi kami di Gunung tersebut, namun masih banyak yang akan kami tempuh lagi setelah ini…….TO BE CONTINUED
Mei 11
adminagenda mapalsa
SALAM LESTARI…….!!!!!
Latihan gabungan
Search And Rescue (SAR) FKPA se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Mapalsa IAIN Sunan Ampel Surabaya yang bertemakan “Tanggap Bencana, Selamatkan jiwa” menorehkan suatu kenangan yang mengesankan serta pengetahuan yang banyak sekali bagi peserta Latgab SAR dan juga Panitia penyelenggara kegiatan ini karena dari Latgab SAR tersebut, pelajaran berharga banyak kami petik untuk senantiasa membantu korban-korban Bencana Alam yang tak terduga nantinya dan kita dapat terjun langsung kedalamya. Selain mendapatkan banyak pengetahuan, kita juga memperoleh banyak saudara baru dari berbagai daerah yang datang. Dengan Latihan Gabungan SAR FKPA se-Jawa Timur yang diselenggarakan pada kamis-minggu tanggal 5-8 Mei 2011 kemarin, sebuah kenangan indah semoga membekas di hati para peserta Latgab (latihan gabungan) dan Panitia penyelenggara itu sendiri, semoga kenangan indah tersebut tidak akan pernah hilang di benak kita semua.
Kami MAPA
LSA IAIN Sunan Ampel Surabaya membuat tema Latihan Gabungan SAR FKPA se-Jawa Timur ini dengan “Tanggap Bencana, selamatkan Jiwa” karena kami rasa, dewasa ini banyak sekali terjadi suatu bencana-bencana alam yang tidak terduga. Dan untuk menangani bencana tersebut perlu sekali bantuan dari orang-orang yang berjiwa pahlawan dan yang paham akan penanggulangan bencana yang demikian, setidaknya mereka pernah mengikuti dan memiliki pemahaman tentang tanggap bencana seperti acara latihan gabungan SAR yang MAPALSA adakan.
Latihan gabungan SA
R FKPA se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh MAPALSA dan bekerja sama dengan BASARNAS Surabaya, PMI Cab. Sidoarjo dan Dinas Sosial / TAGANA ini di selenggarakan di Gedung Gelanggang Mahasiswa (GEMA) IAIN Sunan Ampel Surabaya dan mendapatkan cukup banyak peserta yakni 80 orang peserta dan merupakan latgab yang sampai saat ini baru pertama kali mendapatkan peserta Latgab yang bejumlah hingga di atas 50 peserta dari Latgab-latgab yang lain seperti Latgab Caving, Latgab Rock Climbing, Latgab rafting dan latgab-latgab yang lain. Jumlah peserta yang tidak pernah diduga oleh kami panitia. Namun kami tetap ingin mensukseskan acara tersebut dengan semaksimal mungkin, walaupun dengan panitia yang berjumlah kurang dari 20 orang, kami panitia sanggup dan harus sanggup mensukseskan acara tersebut dan berusaha memperoleh kesan yang baik dari para peserta yang mengikuti Latgab SAR, meskipun dari panitia sendiri banyak kekurangan.
Mulai technical m
eeting yang diadakan pada tanggal 5 Mei 2011 dan dilanjutkan dengan materi-materi dari Basarnas, PMI Cab. Sidoarjo serta Tagana pada tanggal 6-7 Mei 2011 dan terakhir pelaksanaan simulasi dari semua materi-materi yang didapat sebelumnya pada tanggal 8 Mei 2011, materi-materi yang disimulasikan antara lain dapur umum Dari Tagana, medical first responder (MFR), PPGD, Triage dari Basarnas dan PMI serta banyak yang lainnya. Itulah rentetan acara latihan gabungan SAR FKPA se Jawa Timur yang kami adakan kemarin.
Dari 80 orang peserta tersebut tentunya kami panitia sadar akan kepuasan peserta dan kekecewaan peserta, setiap kegiatan pastinya itu selalu ada. Dan untuk berusaha menjadikan peserta semua puas itu yang sudah kami lakukan sebagai panitia. Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda, dari 80 orang peserta latgab pun pasti semua merasakan sesuatu yang berbeda dalam latgab SAR tersebut. Dan tetap hanya usahalah yang dapat kami lakukan sebagai panitia dan itupun kami lakukan dengan semaksimal mungkin.
Untuk peserta yang te
lah mendapatkan pengalaman di latgab ini, semoga tidak hanya berhenti sampai disini saja, banyak sekali yang masih membutuhkan uluran tangan kalian di luar sana. Bencana yang tak terduga akan kalian hadapi nantinya dan disitulah materi-materi yang kalian dapat akan sangat berguna bagi masyarakat sekitar. Itulah tuntutan kita yang telah setidaknya paham akan tujuan dari diadakannya latgab SAR ini. Dan untuk panitia penyelenggara sendiri untuk lebih siap menghadapi suatu hal yang tidak terduga sebelumnya.
Kami hanya dapat mengucapkan terima kasih untuk peserta Latihan Gabungan SAR FKPA se-Jawa Timur yang telah berpartisipasi dalam latgab sar ini, tanpa adanya mereka semua, acara latihan gabungan SAR ini tidak akan pernah terselenggara. Selain itu, kami juga ingin mengucapkan terima kasih untuk semua instansi yang telah membantu mensukseskan acara kami.
SALAM LESTARI…..!!!!
Mar 02
adminagenda mapalsa
Dengan berbagai hambatan dan rintangan yang tak kami perdulikan, Akhirnya kegiatan kami berupa Dies Natalis XIX Mapalsa pendakian dan bersih gunung lawu dapat berjalan dengan lancar. Bendera Mapalsa untuk yang kedua kalinya setelah 18 tahun yang lalu kembali berkibar di puncak Lawu, tepat pada tanggal dan berdirinya Mapalsa yakni tanggal 28 Februari tepatnya di puncak gunung Lawu, kami seluruh anggota Mapalsa sepakat untuk mengenang kembali sejarah berdirinya Mapalsa di tempat tersebut. Tempat dimana didirikannya organisasi yang sampai sekarang masih dan semoga akan tetap berjaya selamanya yaitu MAPALSA IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Kembali berkibarnya bendera Mapalsa di puncak Gunung Lawu ini kami laksanakan untuk mengenang kembali sejarah didirikannya Mapalasa sesuai dengan tema yang kami buat dalam acara Dies Natalis ke XIX ini yaitu “jangan sekali-kali melupakan sejarah”, untuk tidak melupakan sejarah dimana Mapalsa berdiri maka dari itu kami melaksanakan hari jadi Mapalsa yang ke XIX ini di tempat dimana didirikannya organisasi ini. Bersama seluruh anggota Mapalsa kami melaksanakan hari jadi ini dengan penuh semangat yang membara, walaupun badai menerjang namun tiada putus harapan kami untuk menancapkan kembali bendera yang sekian lamanya dengan waktu yang tepat berkibar di tempat dimana dia didirikan.
Selangkah demi selangkah kaki kami melangkah menerjang badai yang seakan-akan menghalangi kami namun dengan semangat membara seluruh anggota Mapalsa untuk mengenang kembali sejarah maka akhirnya berkibarlah kembali dia yang telah menjadikan kami menjadi orang2 yang tangguh, dialah MAPALSA IAIN Sunan Ampel Surabaya. Sujud sukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah mewujudkan keinginan kami untuk mengibarkan kembali bendera Mapalsa dengan banyak rintangan yang kami lalui.


selain mengibarkan bendera mapalsa di puncak lawu, ada juga serangkaian acara penyematan angkatan 17 Mapalsa dari anggota muda menjadi anggota biasa, dari scraf merah menjadi scraf hijau, dari pencari pengetahuan menjadi pemberi pengetahuan dan lain sebagainya. sungguh penyematan yang sungguh sangat mengharukan dan penuh sejarah karena bertepatan pula dengan lahirnya Mapalsa. menahan dinginnya angin badai yang tak henti2nya menerjang.
Bukan hanya mengibarkan kembali bendera Mapalsa saja tapi kami juga sebagai pecinta alam yang sadar akan lingkungan melaksanakan bersih gunung Lawu, karena dirasa saat ini banyak orang yang sengaja maupun yang tidak sengaja mengotori alam yang telah di ciptakan semula dengan indah menjadi ternoda oleh sampah2 dari tangan2 orang yang tak bertanggung jawab. Kegiatan itu kami lakukan bertujuan pula untuk menyadarkan semua agar tetap menjaga kebersihan dimanapun berada. Satu program kerja telah terlaksana dan kami pun siap melaksanakan program kerja berikutnya. Jayalah terus Mapalsa.,,.,. kami akan selalu mengingatmu yang telah menjadikan kami orang2 tangguh yang sadar akan lingkungan…. VIVA MAPALSA
Okt 14
adminagenda mapalsa
Pameran dan Fun Climbing MAPALSA 2010
Memasuki tahun ajaran baru, Unit Kegiatan Mahasiswa di IAIN Sunan Ampel Surabaya berlomba-lomba untuk mengadakan kegiatan sebagai rekruitmen anggota baru, tak terkecuali UKM MAPALSA yang bergerak di bidang petualangan, olahraga dan penelitian.
(12/10) Fun Climbing MAPALSA diadakan di sekitar wall climbing MAPALSA, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan DIKLATSAR XIX MAPALSA, sebagai sarana menarik minat mahasiswa baru yang berminat menjadi anggota MAPALSA. Dalam Acara ini selain para pengunjung bisa ikut mencoba panjat dinding, panitia juga menyediakan beberapa hadiah tanpa dipungut biaya apapun. Karena gratis dan berhadiah pula maka kegiatan ini cukup diminati oleh para Mahasiswa, tak jarang pula banyak peserta yang mencoba lebih dari satu kali. Jumlah peserta yang mengunjungi acara ini sebanyak 42 orang. Karena acara ini hanya dilakukan selama satu hari saja dari mulai jam 08.00 sampai pukul 16.00 banyak peserta yang merasa kurang puas mencoba panjat dinding. Namun hal ini tak perlu dikhawatirkan karena latihan rutin tiap sore masih tetap dilakukan dan mahasiswa yang ingin mencoba penjat didnding diberi kesempatan luas untuk mencoba.
Tahun lalu MAPALSA juga mengadakan acara serupa untuk recruitmen angota baru, karena hal ini dirasa cukup efektif untuk menumbuhkan rasa ingin tahu para mahasiswa IAIN. Sedangkan untuk lebih mengenalkan kegiatan-kegiatan mapalsa kepada khalayak umum, selain acara tadi dipasang pula beberapa alat artificial, seperti alat panjat tebing, arung jeram, susur gua, pendakian dan sebagainya, beberapa dokumentasi juga di pajang untuk menyemarakkan acara ini. Minimal para mahasiswa mengetahui sekilas tentang mapalsa dan kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukannya.
Regenenerasi dalam setiap tubuh organisasi memang sangat perlu dilakukan, oleh karena itu MAPALSA yang bergerak di bidang kepedulian lingkungan berusaha untuk mencari dan ,mencetak bibit bibit yang berkualitas dan mencintai lingkungan.
Okt 07
adminagenda mapalsa
BHAKTI SOSIAL untuk pemerataan pendidikan di daerah terpencil.
Setiap warga Indonesia berhak mendapatkan pendidikan, namun itu hanyalah salah satu bunyi dari pasal dalam UUD 45, kenyataannya banyak daerah yang tak tersentuh oleh pendidikan. Hal ini yang menjadi tema utama Bhakti Sosial Bersama Mahasiswa Pecinta Alam Lintas Surabaya-Malang yaitu” Meningkatkan sumber daya manusia berbasis pendidikan kultural” . Tahun ini MAPALSA IAIN Sunan Ampel Surabaya menjadi ketua pelaksana kegiatan yang diadakan pada tanggal 20-30 September 2010 ini bekerjasama dengan MAPALA TURSINA UIN MALANG dan KAMAPALA RANTI PAGER AJI UNISMA., karena sesuai dengan rencana bahwa kegiatan kami ini merupakan pembinaan untuk jangka panjang, maka lokasi yang dipilih sama dengan tahun lalu Dusun pusung, wonorejo, Singosari Malang. Sebanyak 30 peserta dari ketiga organisasi diatas bekerjasama untuk membina desa ini.
Tak banyak yang berbeda dengan tahun lalu ketika kami baru pertama melakukan kegiatan ini, Dusun pusung, desa wonorejo, Singosari, Malang adalah sebuah desa terpencil di pucuk gunung,yang terisolasi untuk menuju lokasi desa ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari singosari menggunakan sepeda motor, namun apabila musim hujan datang memerlukan waktu yang lebih, karena jalan menuju desa belum beraspal dan becek , terkadang hampir tak bisa dilalui kecuali hanya berjalan kaki. Medan yang ditempuh cukup terjal terkadang kemiringan jalan mencapai 70 derajat, Desa ini belum dialiri listrik meskipun para penduduk sudah membayar kepada pihak PLN, namun sudah setahun lebih tidak ada kejelasan mengenai hal itu. Sehingga mereka hanya menggunakan lampu tenaga surya, itu pun terbatas untuk beberapa keluarga saja. Sebanyak 72 Kepala keluarga mendiami desa ini terbagi dalam 28 Kepala Keluarga berada di pusung bawah dan 44 kepala keluarga di pusung atas, Mata pencaharian mereka adalah menggembala sapi, itu pun bukan milik mereka namun milik seseorang yang menitipkan pada mereka dengan sistem bagi hasil, namun apabila musim menebang tebu datang seperti pada saat ini, maka lelaki didesa ini pergi untuk menebang semua terkadang sampai 15 hari perginya. Komoditi yang berpotensi didesa ini adalah jagung dan kopi. Yang berbeda adalah dulu kami datang saat musim kemarau dan warga kesusahan saat mengambil air, namun sekarang sudah banyak tandon air dari sumber-sumber yang dialirkan dari pegunungan.
Sasaran bhakti social pada tahun ini masih berkutat pada 3 hal yaitu pendidikan, keagamaan dan Lingkungan. Oleh karena itu diantara kegiatan-kegiatan yang dilakukan sesuai dengan hal itu, kami ikut mengajar SD, memberikan pengajaran keagamaan seusai shalat ashar, mengingat bahwa pengetahuan kegamaan di desa ini sangatlah minim terbukti bahwa dari musholla bawah dan masjid atas didesa ini selalu sepi jamaah. Pada kesempatan kali ini kami juga memberi pelatihan tentang pembuatan tungku hemat energi, diharapakan dengan pelatihan tungku hemat energi warga semakin berhemat untuk menggunkan kayu bakar ,sehingga suasana desa yang asri ini masih terjaga samapai nanti tanpa adanya penebangan untuk kayu bakar. Tak lupa kami juga mengadakan hiburan untuk warga seperti nonton bareng dan lomba-lomba diantaranya, lomba adzan, menyusun puzzle huruf hijaiyah dan surat pendek, lomba tartil al qur’an dan lomba kelerang.
Desa ini hanya mempunyi satu sekolah yaitu SDN Wonorejo 4,dan hanya mempunyai dua tenaga pengajar yaitu Ibu Sutiani Spd dan Bapak Supriyanto, karena murid sekolah ini hanya berjumlah 35 orang maka ruang kelas hanya dibagi menjadi 3 kelas yaitu 1-2 , 3-4,5-6, dalam 3 ruangan. Tidak ada TK di desa ini jadi pengajaran untuk kelas satu lebih mirip pengajaran untuk TK, dan dari semua lulusan SD disini tidak ada yang melanjutkan ke SMP mengingat lokasi sekolah SMP yang berada jauh didesa bawah menjadi alasan utama merka tidak melanjutkan ke SMP apalagi musim hujan mustahil mereka bisa sampai ke sekolah SMP yang berada di bawah, padahal semangat murid sekolah ini sangat tinggi. Biasanya mereka berangkat sekolah pukul 06.00 padahal KBM baru di mulai pada pukul 08.00 tidak ada yang salah dengan anak-anak disini, semangat untuk belajar sangat tinggi namun saying terhalang oleh sulitnya transportasi. Oleh karena itu setelah lulus SD mereka hanya ikut bekerja pada orang tua, mencari rumput atau menebang tebu. Hal ini juga memacu timbulnya pernikahan dini didesa ini, para perempuan rata-rata menikah pada usia 14 tahun. Sungguh sangat ironis, ditengah-tengah pemerintah menggemborkan untuk pembayaran pajak, banyak daerah yang tak dapat menikmati hasil pajak.
Adalah Ibu Sutiani, Spd Pahlawan desa ini, selama 20 tahun beliau mengajar di sekolah ini, beliau berjalan 2 jam dari bawah untuk menuju sekolah ini hanya untuk membagikan ilmu kepada anak-anak desa pusung yang terpencil. Permata yang tangguh inilah yang memberi semangat pada anak-anak desa pusung untuk selalu semangat, walaupun beliau harus berjalan mendaki bukit untuk menuju SD, namun beliau ikhlas melakukannya selama 20 tahun sampai saat ini. “ Mengajar adalah panggilan jiwa, saya ingin anak-anak desa pusung ini memperoleh pendidikan yang sama dengan anak-anak dikota pada umumnya, walaupun dengan segala keterbatasan mereka adalah anak-anak yang penuh semangat dalam belajar, sopan dan menghargai sesama hal itu yang berbeda dengan murid dikota pada umumnya”. Ujar beliau. Pada saat musim hujan sepertii ni terkadang beliau menginap dirumah warga karena terjebak oleh kondisi jalan yang rusak. Ibu Sutiani juga mengerti bahwa mayoritas pendidikan penduduk disini hanya sampai lulus SD. Beliau hanya bisa menyemangati muridnya untuk giat sekolah dan belajar ilmu agama.

Permasalahan yang begitu kompleks tak bisa dituntaskan dan 10 hari saja, setelah tahun lalu permasalahan air sudah terpecahkan, kali ini masalah listrik yang menjadi topic utama , oleh karena itu dibantu oleh Perangkat desa, kami mendatangi pihak PLN dari hal itu disepakati bahwa tanggal 15 November listrik sudah terpasang didesa itu. Kami memang tidak memberikan materi yang banyak, yang bisa kami sumbang adalah ilmu yang bermanfaat. Daerah terpencil seharusnya lebih diperhatikan oleh pemerintah. MAPALSA untuk semua!
Sep 04
adminagenda mapalsa
Hari kemerdekaan tahun ini memang bertepatan pada bulan puasa namun, tak ada kata berhenti untuk mengibarkan bendera MAPALSA pada hari yang bersejarah di Indonesia ini, Sejumlah rangkaian kegiatan akhirnya selesai pada puncaknya tepat pada 17 agustus 2010. Banyak cara untuk mencintai negara dan lingkungan, banyak cara untuk membuatnya bangga, dan kami membanggakannya dengan cara yang berbeda.
Buka jalur baru di gunung limas (30 Juli 2010)
Bendera MAPALSA berkibar lagi di gunung limas, kali ini Peserta Dikjut MAPALSA AdvenCation 17 berhasil membuat jalur pendakian baru menuju pegunungan limas didaerah pasuruan ini. Memang pendakian ini tak seperti pendakian sebelumnya yang menargetkan pada ketinggian lebih dari 3000mdpl. Pendakian ini bertujuan untuk membuka jalur baru menuju pegunungan limas.
Berkibar di Puncak tebing dan Perut Bumi (10 Agustus 2010)
Kawasan Kars tuban memang menarik untuk di eksplorasi, kekayaan karstnya yang sangat menakjubkan menggugah team MAPALSA Advencation17 ini untuk segera berangkat kedalam 2 Aktifitas yang berbeda. Perbedaan yang sangat mencolok antara Ketinggian tebing dan Kedalaman Gua. Setelah berhasil menjejakkan kaki di dasar perut bumi yang berkedalaman 37 meter di Gua Lowo, Montong tuban. Team Mapalsa beralih pada kegaiatan ekstreem lagi yaitu panjat tebing Semar, yang berlokasi tak jauh dari Gua lowo tadi. Tuban memang kawasan karst yang menakjubkan dengan sejuta potensi yang tak habis untuk digali. Kars selain sebagai kekayaan alam Indonesia yang tak ternilai harganya, Kars merupakan spons alam yang mampu menyaring air hujan kedalam tanah hingga jernih dan menyimpan
nya untuk
persedian air bagi masyarakat tuban. Lalu tegakah kita mengeksploitasinya, padahal mereka sudah banyak berjasa untuk manusia. Tak salah Tuban adalah negri seribu gua dengan sejuta keramahannya.
Tegar diantara jeram sungai (17 Agustus 2010)
Berlokasi di sungai kendal payak, Anak sungai brantas Malang. Bendera mapalsa berdiri tegak diantara jeram-jeram. Akhirnya sampai juga pada puncak perayaan 17 agustus ini. Bulan ramadhan dan bulan agustus adalah bulan yang patut diramaikan dengan prestasi-prestasi kita entah itu dalam masalah ibadah atau yang lainnya. Yang terpenting seberapa manfaatkah kita untuk lingkungan disekitar kita?. Memperingati 17 agustus banyak cara. Dan kita anggota MAPALSA menunjukkan kecintaan kita terhadap negara dan lingkungan dengan cara berbeda pula.
Walaupun tak membuat bangga seperti para-atlet nasional lainnya. Namun kami bangga pernah berusaha menyalamatkan lingkungan. Salam lesatari!!!! Mapalsa Untuk Lingkungan.
Older Entries